Logging Geofisika Pada Eksplorasi Batubara

LOGGING GEOFISIKA PADA EKSPLORASI BATUBARA
 
Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel “pengeboran eksplorasi batubara”, kegiatan logging geofisika biasa dilakukan berbarengan dengan kegiatan pengeboran sebagai koreksi atau data pembanding hasil pengeboran.  
PSDMBP memiliki alat logging geofisika antara lain RG 2000 yang terdiri dari Density Gamma Probe, High Resolution Acoustic Televiewer, Electric Log Probe, dan 3-Arm Caliper Probe yang biasa digunakan dalam kegiatan eksplorasi batubara dan Gas Metana Batubara (Coalbed Methane / CBM). Logging geofisika pada prinsipnya merupakan pengukuran variasi kedalaman sifat fisik batuan sekitar dengan menggunakan alat pengukuran geofisika pada lubang bor. Secara umum Informasi geologi yang dibutuhkan dalam eksplorasi batubara yang dapat diberikan oleh Logging geofisika adalah sifat fisik batuan pada lubang bor yang dapat menghasilkan data antara lain :
  • Posisi kedalaman dan ketebalan lapisan batubara, termasuk adanya parting dalam lapisan batubara.
  • Kedalaman dan ketebalan lapisan batuan pengapit (roof, floor, parting dan interburden).
Data hasil logging geofisika biasanya ditampilkan melalui data grafis seperti gambar 1.
Logging Geofisika yang umum digunakan dalam kegiatan eksplorasi batubara adalah log gamma ray (merah), log caliper (hijau), density (biru dan hitam). Prinsip kerja logging geofisika adalah sebagai berikut:
Logging gamma-ray  menerima sinyal radioaktif yang secara alami terdapat pada batuan. Sinyal gamma-ray diterima oleh detektor dan dikirim ke alat perekam di permukaan. Logging density yang juga sering disebut logging gamma-gamma, sangat sensitif terhadap perubahan diameter lubang bor.  Pada pengukuran logging density, sumber radioaktif akan melepas sinyalnya (sinar gamma) ke dinding lobang bor dan sinar gamma dari batuan tersebut dideteksi kembali oleh detektor. Detektor terdekat dengan sumber akan mengirim sinyal short spacing density, sedangkan detektor yang jauh dari sumber akan melaporkan long spacing density. Hasil korelasi kedua log ini dapat mengidentifikasi keberadaan lapisan batuan termasuk batubara. Logging Caliper digunakan untuk mengetahui perubahan diameter lobang bor. Prinsip kerja sederhananya adalah dengan cara probe kaliper megembang dan menutup mengikuti diameter lubang bor.
Data grafis langsung dapat diinterpretasikan sesuai dengan sifat-sifat atau respon batuan dinding bor terhadap pengukuran radioaktifitas (gamma-ray dan gamma-gamma) di dalam casing seperti :
  • lapisan batu lempung atau serpih (shale): gamma-ray tinggi dan density tinggi.
  • lapisan batupasir kuarsa: gamma-ray rendah dan density tinggi.
  • lapisan batubara: gamma-ray rendah dan density rendah.
Setiap hasil interpretasi logging geofisika harus dikorelasi/direkonsiliasikan dengan data pencatatan litologi dari pengeboran.
 

 Gambar 1. Contoh Data Grafis Logging Geofisika Untuk Mengetahui Ketebalan dan Kedalaman Batubara.
 

Gambar 2. Logging Probe/Sonde
 
 
Gambar 3. Penjelasan mengenai logging geofisika diberikan kepada pelajar SMK Pertambangan yang melakukan PKL
saat akuisisi data logging geofisika pada kegiatan Eksplorasi CBM di daerah Ampah, Kalimantan Tengah