Mineral Bukan Logam Pendukung Pembangunan Infrastruktur

MINERAL BUKAN LOGAM PENDUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
 
Dalam masa pemerintahan Indonesia saat ini, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu program yang gencar dilaksanakan. Pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan konektivitas dan merangsang daya saing antar daerah di seluruh Indonesia. Pembangunan infrastruktur ini juga dilakukan untuk mempermudah mobilitas masyarakat dalam bekerja dan berusaha. Pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan meliputi pembangunan jalan, jembatan, rel kereta api, bandar udara, dan pelabuhan.
 
Selain itu, Indonesia memiliki potensi yang besar terkait dengan bahan baku dalam proses pembangunan infrastruktur. Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) telah melakukan penyelidikan komoditas mineral bukan logam yang mendukung pembangunan infrastruktur.
 

 
Komoditas mineral bukan logam berdasarkan pemanfaatannya dapat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu : Kelompok Bahan Bangunan, Kelompok Bahan Keramik, Kelompok Mineral Industri, dan Kelompok Batu Mulia. Kelompok bahan bangunan merupakan komoditas mineral bukan logam yang dapat mendukung pembangunan infrastruktur. Kelompok bahan bangunan terdiri atas : Andesit, Basal, Batusabak, Dasit, Diabas, Diorit, Dolomit, Granit, Granodiorit, Marmer, Pasir Laut, Peridotit, Sirtu, dan Tras.
 
Potensi kelompok bahan bangunan ini tersebar hampir di seluruh Indonesia, dengan total sumber daya bahan bangunan sebesar 326.008.056.532 ton. Potensi bahan bangunan yang besar ini semoga dapat terus mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.