Formasi Pembawa Batubara Petunjuk Awal Potensi Batubara

FORMASI PEMBAWA BATUBARA PETUNJUK AWAL POTENSI BATUBARA


Formasi pembawa batubara merupakan  formasi batuan yang di dalamnya terdapat lapisan batubara. Keberadaan dan penyebaran awal formasi pembawa batubara dapat diketahui melalui kegiatan penyelidikan dan pemetaan geologi. Formasi pembawa batubara  umumnya terdapat pada cekungan sedimen. Berdasarkan peta geologi regional Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Survei Geologi, jumlah Formasi Pembawa Batubara di seluruh Indonesia tercatat sebanyak ±106 dan merupakan bagian dari Formasi batuan yang tersebar hampir di seluruh pulau-pulau besar di Indonesia. Penyebaran terluas dan jumlah formasi pembawa batubara terbanyak berada pada cekungan cekungan sedimen di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.  Formasi pembawa batubara yang banyak dikenal diantaranya adalah Formasi Muaraenim di cekungan Sumatra Selatan, Formasi Tanjung dan Formasi Warukin di cekungan Barito atau Formasi Balikpapan, Formasi Kampung Baru dan Formasi Pulau Balang di cekungan Kutai. Karakteristik formasi pembawa batubara di setiap cekungan berbeda beda tergantung pada kondisi geologi pada saat pembentukan batubara di cekungan tersebut.


Keberadaan formasi pembawa batubara menjadi petunjuk awal kemungkinan adanya potensi batubara di suatu wilayah, tetapi  belum menjamin bahwa batubara di wilayah tersebut layak untuk diusahakan. Untuk membuktikan potensi batubara yang bernilai ekonomis dibutuhkan kegiatan eksplorasi yang dapat memberikan informasi detail penyebaran serta kualitas batubara di suatu daerah. Disamping itu, melalui kegiatan pemetaan geologi rinci dalam program eksplorasi, keberadaan dan batas penyebaran formasi pembawa batubara yang tidak tergambarkan dengan tepat dalam peta geologi regional dapat dikoreksi. Di Indonesia, penyebaran Formasi Pembawa Batubara juga dijadikan dasar untuk membuat batas-batas wilayah Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Batas-batas wilayah PKP2B dan WIUP akan mengikuti arah penyebaran formasi pembawa batubara di wilayah tersebut.


 Keberadaan formasi pembawa batubara juga menjadi petunjuk awal bagi Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) dalam menjalankan tupoksinya melakukan kegiatan evaluasi dan eksplorasi untuk menginventarisasi dan mengetahui potensi batubara di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan PSDMBP memberikan tambahan informasi  yang melengkapi data  formasi pembawa batubara nasional. Kegiatan eksplorasi tersebut menghasilkan informasi detail mengenai lokasi, batas penyebaran dan pelamparan  serta karakteristik detail formasi pembawa batubara di suatu wilayah termasuk memberikan informasi  mengenai jumlah sumberdaya batubara di wilayah tersebut. Disamping melakukan kegiatan eksplorasi secara langsung, untuk melengkapi data penyebaran serta karakteristik formasi pembawa batubara di Indonesia, PSDMBP juga melakukan kegiatan evaluasi data dari para pemegang PKP2B dan IUP. Data data tersebut sangat bermanfaat  untuk mendukung perencanaan serta pelaksanaan kegiatan eksplorasi yang efektif dan efisien. Kegiatan eksplorasi merupakan ujung tombak untuk mengetahui kekayaan negara kita. Pada akhirnya dapat dikatakan bahwa bermula dari formasi pembawa batubara kekayaan sumberdaya batubara Indonesia bisa diketahui dan dimanfaatkan secara maksimal.