Mengungkap Sumber Daya Dan Cadangan Panas Bumi Pulau Flores Sebagai Dukungan Pengembangan Flores Geothermal Island

MENGUNGKAP SUMBER DAYA DAN CADANGAN PANAS BUMI PULAU FLORES SEBAGAI DUKUNGAN PENGEMBANGAN FLORES GEOTHERMAL ISLAND
 

 
Rasio elektrifikasi nasional di Indonesia pada triwulan III 2018 mencapai 98,05%, namun di Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pulau Flores) hanya sebesar 61,01%. Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik di pulau-pulau kecil, yang memiliki kekurangan sumber daya energi konvensional, maka pada tanggal 19 Juni 2017 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menerbitkan Keputusan Menteri No. 2268K/3G/MEM/2017, tentang Penetapan Pulau Flores sebagai Pulau Panas Bumi. Flores merupakan  wilayah yang memiliki sumber daya dan cadangan  panas bumi besar, 999 MWe atau 65% dari sumber daya dan cadangan panas bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dari 21 daerah prospek (Badan Geologi, Agustus 2018).
Penetapan Pulau Flores sebagai Pulau Panas Bumi ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan energi panas bumi, baik sebagai sumber energi listrik dasar (base load) serta untuk pemanfaatan langsung, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan, peningkatan ekonomi lokal, dan pengentasan kemiskinan melalui kemandirian energi.
Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP), Badan Geologi telah melakukan penyelidikan dan eksplorasi di Pulau Flores sejak tahun 1997, dan melakukan pengeboran eksplorasi dan landaian suhu di daerah Waesano, Mataloko, Atedai, dan Sokoria sejak 2004 s.d 2006. Seiring meningkatnya teknologi serta metode survei panas bumi maka pada tahun 2015-2018 dilakukan survei magnetotelurik (MT) untuk daerah Mapos, Waesano, Nage dan Gou Inelika. Data dan informasi tersebut kemudian diusulkan untuk penetapan sebagai wilayah kerja panas bumi maupun usulan penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi.
Saat ini pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang telah terpasang di Flores baru pada dua daerah prospek panas bumi, yaitu daerah Ulumbu dan Mataloko dengan kapasitas terpasang masing-masing 10 MW dan 2,5 MW.
Sejak tahun 2017, PSDMBP berperan aktif dalam program “Goverment Drilling” di daerah Waesano, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Program ini dilakukan atas kerjasama antara Kementerian Keuangan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pengeboran eksplorasi direncanakan akan dilakukan pada Triwulan ke dua tahun 2019.
Di masa mendatang PSDMBP-Badan Geologi diusahakan dapat lebih berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan eksplorasi pengeboran panas bumi untuk pengembangan pembangkit listrik energi panas bumi skala kecil untuk percepatan roadmap pengembangan energi panas bumi Pulau Flores sampai tahun 2025 sebesar 140 MWe.

#panasbumi #PSDMBP #Floresgeothermalisland #pulaupanasbumi #badangeologi