Potensi Batubara Metalurgi Indonesia Peluang Peningkatan Pendapatan Negara

POTENSI BATUBARA METALURGI INDONESIA
PELUANG PENINGKATAN PENDAPATAN NEGARA
 
 
 
Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Potensi Batubara Metalurgi Indonesia dan Peluang Peningkatan Pendapatan Negara” pada tanggal 24 Oktober 2018 bertempat di Ruang Rapat Fumarol lantai 4 Gedung C PSDMBP Jalan Soekarno-Hatta Nomor 444 Bandung. Dihadiri oleh Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas PSDMBP, serta Pejabat Fungsional Penyelidik Bumi, Perekayasa, Penyelidik Geologi, Teknisi Litkayasa, Teknisi Laboratorium, Analis Laboratorium dan Pranata Humas, Satuan kerja Badan Geologi, Perguruan Tinggi Negeri/Swasta serta Perusahaan Batubara Swasta Nasional. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Pusat, dalam hal diwakili oleh Kepala Bidang Batubara PSDMBP, DR. Siti Sumilah Rita Susilawati, S.T., M.Sc. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dibagi dua sesi, antara lain  sesi pertama Panel; Moderator Ir. Asep Suryana, Penyelidik Bumi Madya, PSDMBP, Narasumber dari Direktorat Pembinaan Program Minerba, Dedi Supiyanto; Puslitbang TekMira, Suganal serta pembicara dari Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi, DR. Siti Sumilah Rita Susilawati, S.T., M.Sc. Sesi kedua Technical Session;  Moderator Dr. Ir. Chairul Nas, Universitas Trisakti, Jakarta  Narasumber dari PT. Cokal Limited, Yoga Suryanegara tema "Tantangan Pengembangan Batubara Metalurgi di Indonesia"., PT. Adaro Energy Tbk., Henri Tan, tema "Potensi Market Batubara Metalurgi Indonesia sebagai Peluang Pendapatan Indonesia", dan pembicara dari PT.Krakatau Steel Tbk., Yusuf dengan tema "Penggunaan Batubara Metalurgi Pada Industri Smelter Indonesia", dan dilanjut dengan diskusi.

Dalam sambutan Kepala Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi bahwa Indonesia memiliki sumberdaya dan cadangan batubara dalam jumlah signifikan. Sebagaimana telah kita ketahui bersama, batubara telah lama diandalkan untuk menjadi sumber energi dan penopang perekonomian nasional. Batubara Indonesia selama ini dijual sebagai batubara termal, yaitu dilihat dari klasifikasi berdasarkan nilai kalorinya. Sementara batubara metalurgi merupakan batubara yang memenuhi syarat untuk dipergunakan sebagai bahan bakar dan reduktor secara langsung dalam proses metalurgi, seperti industri baja. Batubara metalurgi di pasaran memiliki harga yang jauh lebih tinggi daripada batubara termal, padahal berdasarkan pembentukannya, sifat batubara metalurgi dimiliki oleh batubara kalori tinggi yang selama ini dipasarkan sebagai batubara termal. Sehingga kemungkinan batubara kalori tinggi tersebut memiliki karakteristik batubara metalurgi. Jadi, sebenarnya dapat dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi Negara dan perusahaan yang mengusahakannya. Selanjutnya Perbedaan harga jual batubara termal dengan batubara metalurgi di pasaran tentu saja membuat Pemerintah ingin memanfaatkan situasi tersebut untuk meningkatkan pendapatan Negara. Untuk itu, penting bagi kita mengetahui kriteria batubara metalurgi, terutama kokas dan menghitung potensinya yang ada di Indonesia agar sumberdaya alam kita dapat termanfaatkan dengan optimal dan dapat meningkatkan pendapatan Negara,  tegasnya.
 
Dari hasil diskusi, perlu mendorong badan-badan riset akademik untuk dapat melakukan penelitian-penelitian ilmiah terhadap jenis endapan batubara metalurgi Indonesia karena memiliki batubara metalurgi untuk ditingkatkan perkembangannya; Potensi batubara metalurgi Indonesia terbagi dua, batubara metalurgi alami dan batubara non coking yang bisa di upgrade untuk menjadi batubara metalurgi. Keduannya jika dikembangkan berpotensi meningkatkan pendapatan Negara dan mengurangi ketergantungan pada impor;. Harus ada  bagian dari pemerintah yang secara komprehensif dan integrasi melakukan penelitian atas jenis batubara metalurgi Indonesia baik aspek keberadan sumber, sistem penambangan, penggunaan dan pemanfaatan seperti yang terdapat di negara maju. Hal ini bertujuan agar dapat dilakukan optimalisasi produk bahan tambang batubara sebagai bahan baku kokas. Berdasarkan pada laporan-laporan yang valid dan akurat dari para pemegang IUP serta dengan melakukan penelitian-penelitian atas sebaran deposit batubara jenius ini yang dilakukan oleh badan-badan pemerintah, maka diharapkan informasi atas batas sebaran dan karakteristik jenis endapan batubara metalurgi Indonesia dapat teridentifikasi lebih akurat.

Tugas pemerintah untuk mewajibkan pemegang IUP untuk secara detil melengkapi uji laboratorium karakteristik batubara metalurgi. Terkait kurangnya data karakter batubara metalurgi Indonesia, pemegang IUP batubara harus melakukan investigasi teknis terkait karakteristik sifat kimia dan fisik endapan batubara metalurgi dan mencantumkannya dalam laporan hasil eksplorasi, laporan produksi, maupun laporan RKAB. Dan sebagai regulator dalam industri pertambangan batubara, harus mampu secara maksimal membagikan pengetahuan detil pada para praktisi tambang dan pemegang IUP dalam hal pengetahuan aspek pasar produk batubara metalurgi. Pengetahuan aspek pasar diantaranya meliputi aspek penggunaan, pemanfaatan, target konsumen dan formula penentuan harga acuan.
 
Penulis   : Elang Somantri dan Wiwi Resmiasih
Sumber   : Bidang Batubara
 


 Sambutan Kepala Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi oleh
Kepala Bidang Batubara, DR. Siti Sumilah Rita Susilawati, S.T., M.Sc.
 
 
 Sesi Panel Focus Group Discussion (FGD)
 

 Technical Session Focus Group Discussion (FGD)