Mengenal Grafit Mineral Unik Yang Memiliki Banyak Kegunaan

Mengenal GRAFIT mineral unik yang memiliki banyak kegunaan

Grafit merupakan mineral native element dengan komposisi C (karbon). Mineral ini memiliki banyak karakteristik unik. Grafit memiliki sistem kristal heksagonal, tampak sebagai massa berfoliasi atau lembaran-lembaran tipis yang terlepas, struktur opak dan pada umumnya berwarna hitam. Grafit merupakan dimorphisme dari Intan, tetapi mempunyai tingkat kekerasan sangat rendah (1-2). Grafit memiliki berat jenis 2,23, belahan baik/jelas dan apabila diraba terasa berminyak. Mineral ini sangat tahan terhadap panas dan tidak mudah larut dalam air (Sukandarrumidi. 1999). Grafit juga  merupakan satu satunya mineral bukan logam yang mampu menghantar listrik. Sifat-sifat unik yang dimiliki Grafit membuat mineral tersebut memiliki banyak kegunaan. Kegunaan Grafit antara lain, sebagai bahan baku untuk baterai kering, bahan pencampur pelumas (lubricant), cat, bahan pembuatan crucibles (tungku pencair logam), sikat dinamo, elektroda untuk proses galvanisasi, bahan pembuatan sepatu rem kendaraan, dipakai dalam industri peleburan baja (foundry) dan juga sebagai bahan utama pensil.

Grafit terbentuk ketika batuan organik kaya karbon menjadi sasaran panas dan tekanan tinggi baik di kerak bumi maupun pada mantel bumi. Grafit dapat terbentuk dari batuan sedimen kaya karbon seperti serpih dan batu gamping yang terpapar panas dan tekanan metamorfosis regional. Ketika terkena panas dan tekanan tinggi, serpih dan batugamping berubah menjadi batuan metamorf dalam bentuk marmer, sekis, dan gneiss yang banyak mengandung kristal kecil dan serpihan grafit. Grafit dapat pula terbentuk dari lapisan batubara yang terkena proses metamorfisme. Panas metamorfisme yang sangat tinggi menghancurkan molekul organik batubara, menguapkan oksigen, hidrogen, nitrogen, dan belerang, dan  menyisakan bahan karbon hampir murni yang mengkristal menjadi mineral Grafit.

Dengan kegunaannya yang beragam, Grafit menjadi salah satu jenis mineral bukan logam berharga yang layak untuk dieksplorasi. Karena Grafit terbentuk melalui proses metamorfisma, formasi geologi batuan metamorf dapat dijadikan panduan dalam memilah dan menentukan formasi pembawa mineral Grafit. Indonesia mempunyai beberapa jalur batuan metamorf, terutama di pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Dengan melihat pada sejarah pembentukan Grafit, beberapa jalur batuan metamorfik di Indonesia kemungkinan besar banyak mengandung mineral Grafit.
 

 
Pada tahun 2017, Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) melakukan kegiatan survei tinjau keprospekan mineral Grafit di Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Di kedua pulau tersebut ditemukan formasi batuan pembawa mineral Grafit berupa batusabak di Sulawesi dan batulumpur sabakan di Kalimantan. Batusabak yang ditemukan di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, memiliki warna lapuk abu, warna segar abu kehitaman, berlembar, mikaan, mudah hancur dan memiliki struktur berlapis. Berdasarkan kesebandingan regional, batusabak yang ditemukan berada di Kompleks Mekongga (Pzm), berumur Karbon-Perm (T.O Simandjuntak,dkk. 1993). Sedangkan batulumpur sabakan yang ditemukan di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, memiliki warna lapuk hitam, warna segar hitam,terasa berminyak, menempel di tangan, tidak kompak (loose), dan berstruktur masif. Berdasarkan kesebandingan regional, batulumpur sabakan yang ditemukan berada di Kompleks Balaisebut (Ctrb) berumur Karbon-Perm (S. Supriatna,dkk. 1993). Dari hasil analisis RAMAN spektroskopi laboratorium Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi, kedua batuan tersebut terdeteksi memiliki kandungan mineral Grafit, Karbon, dan Kuarsa.

Hasil evaluasi keprospekan mineral Grafit di Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi menunjukkan bahwa mineral Grafit kemungkinan besar ditemukan pada formasi batuan metamorf berumur tua, dengan protolith (batuan asal yang belum terubahkan) berupa batuan sedimen kaya karbon. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, kegiatan penyelidikan Grafit lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengevaluasi sabuk atau jalur batuan metamorf yang tersebar di Indonesia. PSDMBP terus berupaya melakukan kegiatan penyelidikan potensi Grafit di Indonesia. Kegiatan eksplorasi  ditujukan untuk mengetahui lokasi keberadaan dan besar sumberdaya Grafit di Indonesia sehingga manfaat Grafit bagi kemakmuran negara  dapat segera dirasakan.

#grafit
#geologi
#indonesia
#eksplorasi
#mineral