Eksplorasi Batuan Yang Mengandung Kalium Dari Kompleks Gunung Muria, Jawa Tengah, Sebagai Pupuk Kalium

Eksplorasi Batuan Yang Mengandung Kalium Dari Kompleks Gunung Muria, Jawa Tengah, Sebagai Pupuk Kalium  

 

Pupuk adalah unsur yang diperlukan untuk meningkatkan produksi dan menyuburkan tanaman serta meningkatkan hasil panen. Pupuk alami maupun pupuk pabrik  mengandung tiga bahan nutrisi paling utama untuk pertumbuhan tanaman, yaitu Nitrogen, Phospat, dan Kalium (NPK). Analisis terhadap pasar, pupuk yang berbahan baku kalium sangat diperlukan untuk mengetahui jumlah kebutuhan batuan kalium dan prospek pengembangan batuan yang mengandung kalium di daerah tersebut di masa mendatang.

Berdasarkan data Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia, dalam pembuatan pupuk NPK kita masih mengimpor kalium sebagai bahan baku dalam bentuk cair atau padat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tanah, Kementerian Pertanian di Bogor menunjukan kebutuhan kalium untuk tanaman  dapat dipenuhi dari batuan yang mengandung kalium.
 
Guna mengurangi impor kalium, meningkatkan pemanfaatan kalium secara maksimal dan menyediakan produk pupuk kalium yang terjangkau masyarakat diperlukan upaya eksplorasi secara terus menerus untuk menemukan daerah prospek baru di seluruh Indonesia, agar kebutuhan kalium di dalam negeri untuk pertanian dapat terpenuhi.

Sesuai tugas dan fungsi Badan Geologi melalui Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi untuk mengungkap potensi batuan yang mengandung kalium di wilayah Gunung Muria, telah dilakukan kegiatan eksplorasi sejak tahun 2015. Batuan yang mengandung kalium di Gunung Muria tersebar di tiga Kabupaten, yaitu Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus.

Hasil penyelidikan Badan Geologi menunjukkan bahwa sumber daya batuan yang mengandung kalium di Gunung Muria, Jawa Tengah sebesar 11,76 milyar ton, yang terdapat di Kabupaten Jepara sebesar 237,96 juta ton, di Kabupaten Pati sebesar 665,37 juta ton dan di Kabupaten Kudus sebesar 10,83 milyar ton. Batuan yang mengandung kalium, di Kabupaten Pati mempunyai kualitas yang lebih tinggi dibanding kedua kabupaten lainnya, kandungan K2O berkisar antara 1,92% s.d. 8,79% berat (hasil analisa laboratorium Balai Penelitian Tanah).

Kegiatan eksplorasi umum batuan yang mengandung kalium dengan cara pengeboran di Kabupaten Pati, dimaksudkan untuk menentukan sumber daya tertunjuk serta kualitas batuan yang mengandung kalium sampai kedalaman 30 meter. Dengan proses pengolahan yang sangat sederhana dan murah, batuan yang mengandung kalium tersebut dapat langsung dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman terutama  disekitar lokasi seperti tanaman tebu, jagung, kedelai dan lain-lain.

Diharapkan potensi batuan pembawa kalium di daerah ini dapat menjadi alternatif pengganti  pupuk kalium (NPK) yang selama ini masih diimpor dan diharapkan juga dapat berdampak terhadap peningkatan produktivitas pertanian, sehingga pendapatan petani dan pemerintah daerah dapat meningkat dan mengurangi beban devisa negara.