Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Badan Restorasi Gambut Dan Badan Geologi Di Bidang Geologi Dan Ekosistem Gambut

Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Badan Restorasi Gambut dan Badan Geologi di Bidang Geologi dan Ekosistem Gambut

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilaksanakan oleh Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead dan Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar yang diselenggarakan pada tanggal 4 April 2018 di kantor BRG, Jakarta. Acara ini dihadiri juga oleh Kedeputian di bawah BRG dan perwakilan dari Badan Geologi dari Sekretariat Badan Geologi, Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta Pusat Survei Geologi. Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan salah satu bentuk kegiatan kerjasama dalam rangka mengembangkan sistem pemetaan gambut di Indonesia yang menunjang kepentingan restorasi gambut dan mengembalikan fungsi gambut sebagai keseimbangan ekosistem.

Tujuan dari kerjasama ini yaitu untuk meningkatkan pengembangan sumber daya manusia, penelitian, teknologi dan pengkajian di bidang geologi dan ekosistem gambut.  Ruang lingkup kerjasama ini meliputi penelitian dan pengembangan, survei dan inventarisasi, pertukaran data dan informasi, pemanfaatan sarana survei dan laboratorium, dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Kerjasama ini berlangsung sampai akhir tahun 2020.

Pengelolaan lahan gambut yang bijak memerlukan perubahan pendekatan dari prioritas sektor tunggal ke strategi perencanaan terpadu yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penggunaan gambut untuk berbagai kepentingan dapat dimaksimalkan dengan mempertimbangkan dampak positif dan negatif secara keseluruhan. Oleh karena itu kerja sama antar lembaga dalam pemetaan potensi dan pengelolaan sumber daya gambut di Indonesia dipandang sangat dibutuhkan. Hasil kegiatan penyelidikan gambut Badan Geologi diharapkan dapat membantu memetakan potensi gambut untuk berbagai keperluan termasuk untuk kebutuhan deliniasi wilayah gambut yang akan di restorasi di Indonesia. 

Badan Geologi juga diharapkan dapat berbagi data terkait pemetaan hidrologis di areal gambut untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran di lahan gambut mudah untuk menemukan sumber air yang diperlukan.  Dengan adanya sharing data dan informasi hasil pemetaan antara stakeholder terkait agar tidak terjadi tumpang tindih antara sumber daya gambut yang akan dijadikan sumber daya energi, gambut yang akan direstorasi untuk keseimbangan ekosistem, ataupun gambut yang masuk lahan pertanian untuk dibudidayakan atau kehutanan untuk perlindungan. 

Penulis: Qomariah dan Rita Susilawati
 
Penandatanganan Nota Kesepahaman BRG dan Badan Geologi
 
Foto Bersama BRG dan Badan Geologi